Alasan kenapa kuliah di Kedokteran MAHAL, PERTANIAN lebih Murah

Penulis : Administrator
Tanggal :17 Maret 2018

 Maaf sebelumnya kalau judulnya agak ga nyaman dibaca atau membuat anda mengernyitkan dahi. Sebelum memulai saya mau bilang dulu, NO OFFENSE. Ini sekedar curhatan, ide dan pandangan saya tentang biaya kuliah. Saya yakin Anda termasuk pembaca yang cerdas, kritis dan dinamis. Jadi lets free our voice. :) 

Oke, mungkin banyak sekali asumsi orang-orang diluar sana yang beranggapan bahwa kuliah kedokteran (sekarang) adalah kuliah elite, mahal, tempatnya orang-orang kaya SAJA. Paradigma atau anggapan  itu memang benar dan tidak bisa sedikitpun kita bantah. Ya, memang itu sekedar ANGGAPAN. Nah, disini saya menulis dengan kapasitas saya sebagai seorang mahasiswa kedokteran yg sudah hampir 2,5 tahun menggeluti perkuliahan kedokteran  (cuma sebentar sih.hehe), bertemu dengan beberapa orang yang bekerja di bidang kedokteran. Saya sendiri merasa agak aneh dengan anggapan itu, dan dari hati kecil saya merasa tidak nyaman dengan ‘cap’ seperti itu.

Pertanyaan yang harus dimunculkan adalah kenapa to kuliah kedokteran itu mahal? Mungkin ada beberapa alasan vital yang menurut saya cukup untuk meyakinkan bahwa memang kuliah kedokteran itu seharusnya mahal.

Pertama, kedokteran adalah ilmu yang mempelajari manusia. Tentu, bicara manusia tidak sekedar fisik saja, tetapi juga jiwa. Jadi nantinya dokter bertanggung jawab terhadap JIWA dan FISIK pasiennya. Seberapa mahal nilai JIWA dan FISIK manusia? Tak ternilai. Ya kan? Jadi kalau kuliahnya segitu mahalnya ya memang pantas, karena yang mau dipelajari adalah manusia, makhluk yang tak ternilai harganya bagi keluarga pasien tersebut (dan bagi dokter itu sendiri). :)

Kedua, tanpa basa-basi, kedokteran kita masih berkiblat dari ilmu orang Barat. Sumber-sumber kedokteran, penelitian, buku, riset, metode terapi datangnya dari sana. Bagaimana datangnya? BUKAN SEKEDAR lewat internet yang bisa dikopi paste seenaknya, tapi sumber ilmu itu datang lewat buku berbahasa Indonesia yang diterjemahkan orang yang memiliki kemampuan memadai untuk menelaah ilmu kedokteran dan menerjemahkannya. Apakah itu membuat mahal? TENTU. Ilmu itu mahal harganya. Orang yang kerja dengan OTAK dibayar lebih tinggi dibanding kerja dengan OTOT. Allah pun meninggikan beberapa derajat orang-orang yang berilmu (dan beramal shaleh tentunya). :)

Ketiga, tujuan akhir dari seorang dokter nantinya adalah menolong pasien, dan disaat tertentu (seizin Allah) bahkan bisa menyelamatkan pasiennya. Nah, apa hubungannya bisa jadi kuliah mahal? Ingat, “sebaik-baik orang adalah orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain” alias bagus hablumminannas-nya. Menolong orang itu tidaklah mudah, perlu niat dan kesempatan, dengan kata lain, bisa menolong orang itu LANGKA, dan itulah yang membuat nya jadi mahal. :)

Mungkin anda bisa menganalogikan ketiga alasan tersebut untuk kuliah pertanian. Pertama, TANAMAN. Kedua, Indonesia sendiri negara AGRARIS. Ketiga, anda bisa cari analoginya sendiri. :)

Saya yakin anda bisa mencerna maksud dari tulisan saya. Tapi, lepas dari itu, tidak masalah anda menggeluti bidang apapun. Kedokteran, teknik, bahasa, pertanian dan lain-lain semuanya adalah sama. Tidak ada jalan pasti untuk sukses, tapi kita sendirilah yang berusaha memastikan kalau kita bisa sukses dengan apa yang kita geluti sekarang. Sekaya-kayanya dokter juga tidak bisa hidup tanpa petani. Jadi, syukuri apa yang sedang anda jalani, tekuni, kejar kesempurnaan maka kesuksesan akan mengikuti kita semua. SUCCESS IS OUR RIGHT! :)